Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Pentingnya Menjadi Ibu yang Bahagia

Gambar
Surga ada di telapak kaki ibu. Pepatah ini ada benarnya, mengingat peran ibu yang sentral dalam keluarga. Ibu yang menjalani tugasnya dengan gembira akan menularkan energi positif kepada seluruh anggota keluarga. Selalu ada drama di pagi hari. Mulai dari rebutan kamar mandi, sarapan yang terburu-buru, topi sekolah yang entah ada dimana, dan ayah yang selalu kesulitan menemukan kacamata atau kunci mobil! Kondisi tersebut lumrah dialami keluarga modern. Disinilah peran ibu sebagai "manajer" keluarga sangat dibutuhkan untuk memastikan agar semua kebutuhan anak-anak, suami, dan dirinya sendiri terpenuhi dengan baik. Untuk mencapai itu, seorang ibu perlu modalitas penting, yaitu energi positif yang akan ditularkan pada keluarganya. Dan salah satu manifestasi dari energi positif itu adalah kegembiraan. Benar, ibu yang bahagia akan menemukan harmonisasi dalam keluarga. Tidak hanya membuat hubungannya dengan suami semakin hangat, tetapi juga membantu anak untuk tumbuh menjadi pr

Yuk, Jadikan Cemburu Sebagai Bumbu Cinta!

Gambar
Cemburu diyakini sebagai tanda cinta. Padahal cemburu yang tidak pada tempatnya berpotensi mengganggu bahkan menghancurkan hubungan. Bagaimana cemburu yang benar dan menyehatkan? Mudah saja menilai seseorang cemburu atau tidak, jika ia tampak resah saat pasangan tak ada di dekatnya, sensitif, stalking atau mencari tahu via telepon genggam atau sosial media pasangan, banyak bertanya, memonitor gerak gerik pasangan, curiga pada pasangan dan jika bicara menjadi agak ketus, cemas, padahal tidak jelas penyebabnya. Itulah ciri-ciri cemburu yang lazim pada seseorang. "Sejatinya cemburu tak lebih dari luapan emosi," ungkap Rani Agias Fitri, M.Psi , Psikolog , staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara. "Emosi yang kompleks karena di dalamnya ada perasaan takut ditinggalkan, perasaan terhina, dan kemarahan. Bukan perasaan terancam ketika ada orang lain yang akan mengganggu atau menjadi orang ketiga dalam hubungan romantis. Masyarakat menganggap cemburu itu

Ayo Para Milenial Tingkatkanlah Literasi Keuanganmu!

Gambar
Wahai para milenial, waktunya menjadi generasi yang cerdas finansial. Simak kiat dari para perencana keuangan agar milenial punya finansial yang sehat. Saat ini, bukan lagi punya rumah yang bikin bangga, melainkan gadget termutakhir yang dibawa saat berjumpa kolega. Ya, itulah salah satu perbedaan generasi dulu dan generasi milenial. Berbeda dengan generasi sebelumnya, gaya hidup generasi milenial memang tampak lebih banyak hura-hura. Mereka suka menghabiskan waktu di kafe atau tempat hangout lain, meski mungkin tujuannya adalah bekerja. Menurut Aidil Akbar Majid, MBA, MNLP , CBA , perbedaan mendasar terletak pada keberanian generasi milenial untuk bersikap. "Bisa dibilang, generasi milenial adalah generasi yang tidak takut untuk mengambil langkah, tidak takut bahwa besok dia tidak akan makan. Akibatnya, cara pandang mereka terhadap uang juga berbeda," tegas financial planner sekaligus CEO AAM & Associates ini. "Bagi generasi milenial, tidak punya uang tida

Menyiapkan Kakak untuk punya Adik

Gambar
Saat kelahiran anak kedua, jangan remehkan pentingnya mempersiapkan mental anak pertama. Sebagai calon kakak, ia bisa merasa cemburu dan diabaikan. Ini dari strategi para psikolog. "Mama kok belain adik terus, sih? Kalau adik, selalu dibilang lucu." Kalimat bernada protes itu dilontarkan Anto, 9 tahun, manakala ia merasa perhatian orangtuanya terfokus pada sang adik. Sejak "resmi" menjadi kakak saat adiknya lahir setahun lalu, Anto kerap merasa terabaikan. Kehadiran adik memang merupakan peristiwa dilematis bagi sang kakak. Di satu sisi, kakak merasa senang dengan kehadiran anggota keluarga baru. Di sisi lain, kakak juga merasa adik merupakan ancaman karena kini ia harus berbagi perhatian orangtua dan mainan yang dimilikinya. Tak jarang, orangtua lebih fokus pada menyambut kehadiran si adik, dan lupa mempersiapkan mental anak pertama. Akibatnya, sang kakak menganggap bahwa adiknya telah merebut kasih sayang orangtua. Buntut-buntutnya, bisa timbul sibling rivalr

Fakta-fakta Seputar Diabetes Yang Perlu Anda Ketahui

Gambar
Diabetes adalah sebuah kondisi gangguan metabolisme di mana tubuh kesulitan atau tidak mampu mengendalikan tingkat gula dalam darah. Penyandangnya oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 422 juta jiwa dan angka tersebut terus bertambah. Apa saja yang harus diketahui tentang diabetes ? 1. ADA 4 JENIS TIPE DIABETES Diabetes bisa terbagi menjadi empat jenis yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, gestasional , dan tipe lainnya. Tipe satu biasanya diketahui saat usia anak-anak, remaja atau dewasa muda dan disebabkan oleh faktor genetik. Penyebabnya karena semua sel beta dari kelenjar pankreas rusak sehingga insulin merupakan pilihan obat satu-satunya. Di lain sisi diabetes tipe dua lebih disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat dan merupakan jenis yang paling banyak disandang. Penyebabnya karena jaringan lemak, otot, serta sel hati tidak dapat menggunakan insulin secara maksimal. Sementara itu diabetes gestational terjadi pada ibu hamil yang ke

Peran Ayah Sama Pentingnya dengan Peran Ibu dalam Momen Pengasuhan Anak

Gambar
Wahai ayah, hadirlah dalam momen pengasuhan si buah hati. Sebab, peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu. Itu sebabnya, keterlibatan secara aktif keduanya sangat menentukan kualitas tumbuh kembang si kecil. Kesibukan kerja yang mendera sering kali jadi alasan para ayah untuk menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak pada istri. Kondisi ini makin diperparah bila sang istri juga bekerja. Terlepas dari apapun alasan dan kondisinya, pengasuhan anak tetaplah tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Karena itu, bijaklah membagi perhatian untuk kebahagiaan si kecil. Menurut Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog , staf pengajarjar Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara , ada empat unsur peran ayah, yaitu structure, warm, accessibility dan playing . Lebih rinci, Naomi menjelaskan bahwa rumah tangga akan lemah arahnya jika tidak memiliki kepala keluarga yang tegas menetapkan aturan bagi anak-anaknya. Tetapi ini perlu diimbangi dengan ayah yang "warm" kepada anak-anak dimana seorang

Apa dan Bagaimana itu Pola Asuh Berwawasan Gender?

Gambar
Memiliki sepasang anak dengan gender berbeda masih menjadi impian orangtua. Tentu, membesarkan anak yang berbeda gender punya tantangan tersendiri. Kakak beradik yang terpaut usia tiga tahun itu terbilang kompak. Mereka bersekolah di tempat yang sama, dan punya hobi yang sama. Meski sang kakak bergender perempuan dan sang adik laki-laki, mereka jarang berkelahi. Orang-orang pun mengagumi keakuran mereka, dan memuji keberhasilan sang orangtua dalam mendidik anak-anak tersebut. Memiliki anak dengan gender berbeda masih dipandang ideal. Namun, tak banyak yang paham bahwa jenis kelamin dan gender itu berbeda. Jenis kelamin melekat secara fisik pada setiap manusia, yakni laki-laki dan perempuan, sedangkan gender mengacu pada perbedaan peran dalam tatanan budaya, yaitu maskulin dan feminin. "Orangtua hanya perlu mengenalkan konsep maskulin dan feminin. Kita tidak lagi mengenal pekerjaan tertentu hanya untuk gender tertentu. Karena itu, penerapan pola asuh yang berbeda sebenarn

Bentuk Baby Talk Seperti Apa yang Tepat bagi Tumbuh Kembang Bayi?

Gambar
Mamam. Nyum cucu, yuk. Adik atit, ya? Bukankah terdengar jenaka kala orang dewasa mengajak bicara si mungil dengan gaya seperti ini? Eits, nanti dulu. Dibalik kelucuan tersebut ada potensi buruk bagi tumbuh kembang si kecil. Siapa yang tak gemas saat melihat bayi mungil? Saking gemasnya, orang dewasa suka mengubah cara bicara mereka menjadi cadel atau kekanak-kanakan saat mencoba berkomunikasi dengan si mungil. Kebiasaan bicara ala bayi oleh orang dewasa ini dikenal dengan istilah baby talk . Aslinya baby talk adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berbicara atau berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Baby talk ini bentuknya mulai dari kontak mata, tersenyum, tertawa, beragam bunyi vokal atau cooing , hingga bentuk bahasa pertama yang digunakan oleh seorang anak sebagai respons kepada orang dewasa yang mengajaknya berbicara atau berinteraksi. Ini adalah cara si bayi belajar berkomunikasi. Nah, yang jadi masalah adalah saat gaya komunikasi bayi ditiru oleh orang dewasa dan