Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Polyglot Indonesia, Para Penutur Banyak Bahasa

Gambar
Suka bahasa? Ingin mengasah keterampilan bercakap bahasa asing dalam suasana santai? Ini komunitas yang tepat untuk Anda. Ada berapa jumlah bahasa di dunia? Menurut lembaga riset bahasa Ethnologue, saat ini ada 7.909 bahasa di dunia. Jumlah tersebut tidak hanya meliputi bahasa nasional, melainkan juga berbagai bahasa daerah. Nah, dari jumlah tersebut, berapa bahasa yang Anda kuasai? Jika lebih dari dua, bahkan lebih, Anda bisa disebut polyglot, yakni orang yang fasih berkomunikasi dalam beberapa bahasa. Bung Karno mungkin merupakan polyglot paling terkenal dari Indonesia. David Cox, polyglot asal Amerika Serikat, menguasai enam bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Beberapa tahun lalu, Cox sempat diundang oleh Monis Pandhu dan Sandya Rani Yunita, pelopor Polyglot Yogyakarta. Di kota tersebutlah, terbentuk komunitas pertama untuk polyglot. Mengaku terinspirasi Polyglot Club di Paris, para pendirinya bertujuan memperbanyak jam praktik bahasa asing dalam suasana santai dan menyena

Pentingkah Mengajarkan Sikap Toleransi Kepada Anak?

Gambar
Keberagaman adalah situasi yang dialami langsung oleh anak-anak, baik di lingkup keluarga maupun sekolah. Sudahkah mereka diberikan pendidikan toleransi? Alangkah senangnya melihat anak-anak bermain bersama tanpa memilih-milih teman. Meski warna kulit, agama, dan suku mereka beragam, saat bermain, semua anak menampilkan ekspresi sama: gembira! Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan tersebut, tentu seorang anak perlu memahami arti toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati antar individu di dalam masyarakat. Dini Andriani, M.Psi., Psikolog dari Klinik Sekarwangi menjelaskan bahwa toleransi pada anak adalah kemampuan untuk menerima keberadaan dan perbedaan orang lain dengan dirinya. "Ini kemudian berkembang menjadi sikap saling menghormati dan menghargai," ujar Dini. "Toleransi bisa diajarkan sedini mungkin, yaitu ketika anak mulai paham konsep toleransi." Dini menegaskan pendidikan toleransi penting dilakukan agar tidak muncul rasa egosent