Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Apa Pemicu Ketertarikan Perempuan Terhadap "Bad Boy"?

Gambar
Julukan ini kerap dialamatkan pada sosok pria yang pemberontak dan sulit berkomitmen. Rupanya, pria seperti ini menyimpan daya tarik bagi kaum Hawa. Konon, tak mudah bagi seorang bad boy untuk menjatuhkan pilihan pada seorang perempuan. Karena itu, ada kebanggaan tersendiri manakala bisa menaklukkan hati seorang bad boy . Meski demikian, di balik kebanggaan tersebut, terselip sejumlah kekhawatiran. Ya, menjalani asmara dengan bad boy belum tentu seindah cerita novel atau film! Menurut Genoveva Amelia, M.Psi., Psikolog , dari Psycoach Cikini , label bad boy umumnya ditujukan pada pria yang menyukai kebebasan, kerap bergonta-ganti pasangan, dan suka menantang diri sendiri. "Ini berkaitan dengan ketidakpuasan yang dia rasakan terhadap keadaan, sehingga tidak ada yang bisa menghalanginya," jelas Genoveva. "Persepsi di masyarakat adalah bad boy cenderung bertingkah dan mengabaikan tanggung jawab." Mengapa bad boy bisa tampak begitu mempesona? Menurut

Ada Berapa WhatsApp Group di Ponsel Anda?

Gambar
Jika dulu kita bertatap muka, kini kita "bersua" secara digital. Simak saran para pakar dalam menyikapi perubahan ini dan menghindari miskomunikasi. Ada berapa WhatsApp Group di ponsel Anda? Bicara komunikasi digital, WhatsApp Group (WAG) bisa jadi merupakan pilihan populer di masyarakat kita. Kenyamanan dan kemudahan memakainya membuat fasilitas ini banyak dimanfaatkan dan tak ayal mengubah pola berkomunikasi. Ada beberapa penyebab WAG menjadi favorit, seperti dipaparkan oleh DR. Firman Kurniawan , M.Si., staf pengajar Departemen Ilmu Komunikasi , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. "Di antaranya adalah fasilitas membentuk WAG sesuai keinginan manfaat berupa keterhubungan yang intens bebas ruang dan waktu dan membuat kita bisa berkomunikasi setiap saat di mana pun. Ini memenuhi manfaat ekonomis maupun sosiologis," tegas Firman. "Ketika manfaat ekonomis dan sosiologis dirasakan semakin nyata, pengguna semakin terbiasa dan bahkan

Mengapa Si Kecil Lambat Bicara?

Gambar
Banyak orangtua khawatir saat buah hati mereka belum juga mengutarakan kata pertama di usia satu tahun. Mamamama. Papapapa. Tatatata. Nananana . Sudahkah kata-kata seperti ini - kadang dikenal dengan istilah babbling - terucap oleh si kecil di usia 6-10 bulan? Jika belum, waspadai kemungkinan adanya keterlambatan bicara. "Anak dianggap sudah dapat berbicara apabila ada satu kata bermakna yang ia ucapkan, yaitu kata yang dapat dipahami oleh orang lain," jelas Feka Angge Pramita, M.Psi., Psikolog , dari Klinik Anakku Kelapa Gading . "Mungkin saja kata tersebut tidak utuh, tapi orang lain memahami maksudnya. Misalkan, 'su' yang berarti 'susu', atau 'dah' untuk 'sudah'", papar Feka. "Kata-kata familiar atau menarik bagi si kecil biasanya lebih mudah diucapkan." Feka menegaskan, yang terpenting sebenarnya bukan hanya pada kemampuan bicara, melainkan juga berkomunikasi. Dalam komunikasi, kemampuan bicara bukan menjadi ke